Wamen ATR/BPN Ossy Minta Tim Ekspedisi Patriot Dukung Penyelesaian Masalah Tanah Transmigrasi

Nasional73 Dilihat

Jakarta, Tapanuliraya.com – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, mengajak tim Ekspedisi Patriot 2026 ikut menata ruang dan mengurai benang kusut pertanahan di kawasan transmigrasi.

Ossy menegaskan dua hal tersebut menjadi fokus strategis Kementerian ATR/BPN dalam membangun wilayah transmigrasi.

“Tim Ekspedisi Patriot dapat berkontribusi memberi masukan dari hasil pengamatan lapangan. Ini penting untuk menyempurnakan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional maupun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di daerah,” kata Ossy dalam acara Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Ossy menjelaskan, penataan ruang menjadi fondasi utama pembangunan wilayah yang mencakup perencanaan, pemanfaatan, hingga pengendalian ruang. Dokumen RDTR di daerah hadir sebagai acuan detail pemanfaatan ruang tersebut.

Tak hanya itu, RDTR yang terintegrasi dengan sistem *Online Single Submission* (OSS) juga mempercepat penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Langkah ini diyakini langsung menggairahkan iklim investasi dan pembangunan daerah.

Di sisi lain, Ossy juga menugaskan ribuan mahasiswa dari 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik ini untuk memetakan sengketa lahan warga transmigran. Masalah klasik seperti penguasaan, kepemilikan, hingga legalitas aset tanah harus terdata dengan akurat.

“Kami minta Tim Ekspedisi Patriot mendata persoalan dan berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan setempat agar bisa langsung ditindaklanjuti. Saya yakin mahasiswa bersama dosen dan guru besar mampu menghasilkan kajian yang aplikatif bagi masyarakat,” tegasnya.

Acara pelepasan ini turut dihadiri Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman serta Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi yang bertindak sebagai Ketua Pelaksana, beserta perwakilan kementerian dan lembaga terkait. (tr/rl)