Menteri Nusron Minta Taruna STPN Biasakan Dialektika Kritis dan Bertukar Pikiran

Nasional56 Dilihat
banner 468x60

Sleman, Tapanuliraya.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, meminta Politeknik Agraria STPN terus merawat tradisi dialektika berpikir. Ia mendorong kampus semi-kedinasan ini aktif mengundang tokoh-tokoh yang kritis terhadap kebijakan negara.

“Tradisi dialektika berpikir tidak boleh mati di mana pun berada. Sebagai insan akademik, meskipun kampus ini sekolah semi-kedinasan, saya minta tidak segan mengundang berbagai tokoh yang kritis terhadap negara maupun kebijakan kita,” tegas Nusron saat memberikan sambutan Kuliah Umum di STPN, Sleman, DIY, Jumat (4/9/2026).

banner 336x280

Nusron menilai perbedaan pandangan justru memperkaya wawasan mahasiswa. Mengutip analogi “filsafat apel” dari Bernard Shaw, ia menjelaskan bahwa pertukaran gagasan akan menambah perspektif baru bagi setiap orang, berbeda dengan sekadar bertukar barang fisik.

Kuliah umum bertema *”Tanah, Negara, dan Rakyat: Memaknai Kembali Transformasi Pelayanan Pertanahan dalam Perspektif Kebangsaan”* ini turut menghadirkan pengamat politik Rocky Gerung. Nusron berharap forum seperti ini terus memantik daya kritis civitas akademika.

Dalam kesempatannya, Rocky Gerung menekankan pentingnya bantahan dan perdebatan dalam ruang akademik agar pikiran terus berkembang.

“Kuliah umum kalau tidak ada yang membantah, itu jadi doa. Doa tidak boleh dibantah, tapi pikiran harus dibantah,” ujar Rocky di hadapan lebih dari 500 Taruna/i serta jajaran pejabat Kementerian ATR/BPN.

Rocky juga membedakan tiga konsep pemaknaan tanah: nilai magis-sosial bagi masyarakat adat, fungsi hukum bagi negara, dan nilai komoditas bisnis bagi korporasi. Ia mengajak taruna STPN membongkar akar pemikiran agar tidak ada hal yang disembunyikan secara politis. (tr/rl)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *