Wamen Ossy: Pejabat Administrator Harus Jadi Arsitek Perubahan

Nasional137 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, Tapanuliraya.com – Wamen Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, mengajak para Pejabat Administrator yang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tahun 2026 menjadi motor penggerak transformasi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Menurutnya, perubahan nyata harus dimulai dari para administrator agar pelayanan pertanahan dan tata ruang semakin cepat, mudah, dan dipercaya masyarakat.

banner 336x280

Pesan itu disampaikan Ossy Dermawan saat memberikan pengarahan secara daring kepada peserta PKA 2026, Senin (27/7/2026).

Ia menegaskan bahwa Pejabat Administrator tidak cukup hanya menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi harus mampu memimpin perubahan di unit kerja masing-masing.

“Administrator bukanlah manajer rutinitas. Administrator harus menjadi arsitek perubahan di unit-unit kerja yang ada. Kalau administrator tidak bergerak, perubahan hanya akan berhenti di atas kertas. Namun, ketika administrator bergerak, perubahan akan terasa hingga loket pelayanan BPN yang paling depan,” ujar Ossy.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan materi bertajuk Memimpin Perubahan, Membangun Institusi yang Dipercaya, Melayani dengan Hati, dan Mempersiapkan Masa Depan Indonesia.

Menurutnya, seluruh transformasi yang dijalankan Kementerian ATR/BPN bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kita sedang membangun sebuah institusi yang semakin dipercaya masyarakat melalui pelayanan yang semakin mudah, organisasi yang semakin adaptif, dan integritas yang semakin kuat,” katanya.

Ossy menilai transformasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembenahan sistem dan pemanfaatan teknologi. Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor utama agar perubahan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta PKA memiliki pola pikir yang terbuka terhadap perubahan, terus belajar, dan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan budaya kerja adaptif, profesional, serta berintegritas.

Ia juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat dibangun dari kualitas pelayanan yang diberikan setiap hari.

“Kepercayaan masyarakat dibangun melalui jutaan pelayanan yang kita berikan setiap hari. Satu pelayanan yang buruk dapat menghapus kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Ossy optimistis para peserta PKA dapat membawa semangat perubahan ke unit kerja masing-masing. 

Menurutnya, jika seluruh Pejabat Administrator mampu menjadi agen perubahan, transformasi Kementerian ATR/BPN akan berkembang menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat profesionalisme birokrasi, serta mendukung kepastian hukum di bidang pertanahan dan tata ruang demi Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. (tr/rl)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *