Jakarta, Tapanuliraya.com — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, resmi melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan kementeriannya. Pelantikan berlangsung di Aula Prona, Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta.
Dalam sambutannya, Menteri Nusron menegaskan bahwa 80 persen tugas pokok ATR/BPN adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kunci keberhasilan layanan publik ada dua: sistem yang efisien dan sumber daya manusia (SDM) yang unggul,” ujar Nusron.
Pelantikan kali ini dianggap istimewa karena mayoritas pejabat menempati jabatan baru, khususnya di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Jabatan yang diisi antara lain Sekretaris BPSDM, tiga Kepala Pusat, serta Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Kalimantan Utara.
Menteri Nusron menekankan bahwa investasi utama kementeriannya bukan pada infrastruktur fisik, melainkan pada sistem dan kualitas SDM. Ia menyebut masa depan ATR/BPN bergantung pada BPSDM dalam menyiapkan aparatur yang profesional dan berintegritas.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pelatihan manajemen risiko bagi pejabat pengambil keputusan. Menurutnya, kesadaran terhadap risiko kebijakan masih minim dan perlu diperkuat.
Kepada Kepala Kanwil BPN Kalimantan Utara, Menteri Nusron menekankan pentingnya menjaga akurasi data pertanahan di wilayah perbatasan negara. Sementara kepada Kepala Kanwil NTB dan Maluku Utara, ia mendorong inovasi berkelanjutan yang sesuai dengan dinamika zaman.
“Kita harus bekerja dengan semangat pelayanan publik, adaptif, serta menjunjung tinggi integritas dan meritokrasi,” tegasnya.
Adapun pejabat yang dilantik di antaranya:
Sekretaris BPSDM, Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BPSDM, Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional BPSDM, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi BPSDM, Kepala Kanwil BPN Kalimantan Utara, Direktur Pencegahan dan Penanganan Konflik, Ditjen PSKP, Kepala Kanwil BPN NTB, Kepala Kanwil BPN Maluku Utara.
Pelantikan ini dihadiri secara daring oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, serta pejabat pimpinan tinggi Madya dan Pratama secara luring. (tp/rl)













