STPN Resmi Berubah Jadi Politeknik Agraria, Menteri ATR Nusron: Babak Baru Dimulai

Nasional11 Dilihat
banner 468x60

Yogyakarta, Tapanuliraya.com – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid meresmikan perubahan kelembagaan tersebut di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Nusron Wahid yang didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, Sekretaris Jenderal Dalu Agung Darmawan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Agustyarsyah, dan Plt Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad.

banner 336x280

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian dan penyerahan bendera Politeknik Agraria STPN kepada Plt Direktur Sri Yanti Achmad.

Nusron mengatakan Politeknik Agraria STPN menjadi perguruan tinggi vokasi yang secara khusus mengembangkan pendidikan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Politeknik Agraria STPN merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang bergerak secara khusus mengembangkan pendidikan bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” kata Nusron dalam acara yang digelar di Pendopo Sasana Widya Bhumi Politeknik Agraria STPN, Sabtu (5/9/2026).

Peresmian tersebut sekaligus dirangkaikan dengan wisuda 568 taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN.

Nusron menyebut transformasi kelembagaan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi di bidang agraria. Menurutnya, selama puluhan tahun STPN telah melahirkan ribuan tenaga profesional yang mengabdi di Kementerian ATR/BPN maupun bidang lainnya.

“Proses transformasi yang selama beberapa tahun terakhir kita perjuangkan, saat ini sudah mencapai tahap akhir,” ujarnya.

Ia menjelaskan transformasi tersebut mencakup perubahan bentuk kelembagaan, penataan organisasi, pengembangan kurikulum vokasi, pembukaan program studi baru hingga penyelenggaraan pendidikan.

Meski demikian, proses penetapan statuta Politeknik Agraria STPN masih berlangsung di Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi.

Kementerian ATR/BPN, kata Nusron, akan terus mengawal proses tersebut hingga selesai.

Transformasi STPN juga ditandai dengan pembukaan tiga program studi baru yang mulai diselenggarakan pada tahun akademik 2025/2026. Ketiganya telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Ketiga program studi tersebut yakni Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan, serta Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah.

Nusron menilai pembukaan program studi baru tersebut menunjukkan komitmen Politeknik Agraria STPN dalam menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Transformasi ini harus kita lihat sebagai proses untuk membuat pendidikan di Politeknik Agraria STPN semakin relevan dengan kebutuhan lapangan,” katanya.

Ia berharap kampus tersebut terus mengembangkan kurikulum dan sistem pembelajaran secara adaptif. Politeknik Agraria STPN juga diharapkan menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi teknologi, dan solusi untuk berbagai persoalan agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Kementerian ATR/BPN akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, serta pembiayaan yang diperlukan untuk memperkuat Politeknik Agraria STPN,” ujar Nusron.

Plt Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad mengatakan perubahan bentuk kelembagaan tersebut merupakan hasil proses panjang yang melibatkan seluruh sivitas akademika.

Menurut Sri Yanti, transformasi itu salah satunya diwujudkan melalui pembukaan tiga program studi baru yang memperkuat pengembangan kompetensi di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Pembukaan ketiga prodi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memenuhi amanat Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2022.

“Peresmian Politeknik Agraria STPN yang dirangkaikan dengan wisuda perdana ini menjadi momentum penting yang menandai babak baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi,” kata Sri Yanti.

Ia berharap Politeknik Agraria STPN semakin mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan profesional di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Dalam acara tersebut, Kementerian ATR/BPN juga memberikan penghargaan kepada Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BPSDM Heri Mulianto sebagai pencipta Hymne Politeknik Agraria STPN.

Sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kementerian ATR/BPN, Sekretaris Daerah Provinsi DIY, serta Kepala Kanwil BPN Provinsi se-Indonesia turut menghadiri acara tersebut. (tr/rl)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *